Pernahkah Anda berpikir, mengapa Anda tidak memiliki uang melimpah
dan pasangan rupawan? Atau adakah diantara Anda yang bertanya, mengapa
Anda terlahir sebagai orang yang lemah dan bukan menjadi orang yang
berkuasa?
Setiap dari kita, tentu ingin mendapatkan sesuatu yang menyenangkan
menurut ukuran nafsu manusia. Baik itu nafsu yang berwujud harta, anak,
kedudukan, atau wanita cantik. Salahkah? Tak salah, bila kita mengharap
dan berupaya untuk mewujudkan itu semua. Allah sendiri telah mengabarkan
kepada kita bahwa hati manusia memang condong pada perhiasan-perhiasan
dunia. Mari kita simak terjemah ayat Al Qur’an yang membuktikan akan hal
itu
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada
apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang
banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak
dan sawah ladang…” (Surah Ali Imran : 14)
Akan tetapi, pada kenyataannya tidak semua manusia diberikan
kenikmatan oleh Allah dalam wujud kelapangan harta atau kesuksesan hidup
lainnya. Ada yang tetap miskin meskipun ia telah bekerja, adapula yang
gagal dalam ujian meskipun ia telah belajar, dan masih saja ada yang
sakit meskipun ia telah berobat ke mana-mana. Bagi mereka yang memiliki
keimanan yang lemah, tentu ujung dari semua itu adalah marah dan
kesedihan. Seringkali, mereka mengatakan bahwa Allah tidak adil atau
Allah tidak penyayang terhadap hamba-Nya. Lebih dari itu, tak sedikit
yang akhirnya mengakhiri hidup karena tak sanggup menerima kenyataan
yang tak sesuai dengan keinginan yang dikehendaki.
Namun bila kita menengok kepada orang-orang yang memiliki keimanan
lurus, kita akan mendapati hal-hal yang luar biasa. Hati mereka tetap
tenang meskipun ujian dan rintangan silih berganti datang bak air bah
yang tak kunjung berhenti. Dalam diri mereka tertanam keyakinan kuat
bahwa semua ketetapan Allah pastilah terbaik untuk si hamba. Manis atau
pahit perjalanan hidup, mereka lalui dengan syukur dan sabar. Ya, karena
bagi orang yang beriman mereka memahami betul firman Allah yang artinya
“Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi
kalian, dan bisa jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagi kalian, Alloh mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.” (Surah Al Baqarah : 216)
Pembaca yang budiman, marilah kita sejenak bertanya pada diri kita.
Apakah kita termasuk golongan orang pertama yang senantiasa mengeluh
terhadap pahitnya hidup, ataukah kita termasuk golongan orang kedua yang
senantiasa ridho terhadap takdir Allah? Tentu, hanyalah Allah dan Anda
yang mengetahui jawaban akan hal itu. Bila Anda masih termasuk pada
golongan orang yang pertama, segeralah untuk menuju gerbang perbaikan.
Yakinlah, menyesali takdir yang jelek menurut ukuran Anda hanya akan
menambah beban hidup. Anda akan senantiasa gelisah dan diliputi
kesedihan. Semua yang telah terjadi tidak akan berubah meskipun Anda
menangis atau menyesalinya seumur hidup.
Itulah ketetapan terbaik yang telah ditetapkan oleh Allah. Janganlah
bersedih karena Allah sangat menyanyangi hamba-Nya yang beriman. Mari
kita simak sejenak firman Allah yang artinya
”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah
Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan
turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan
janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang
telah dijanjikan Allah kepadamu.”(Surah Fushshilat : 30)
Dan renungkan nasehat Sahabat Abdullah ibnu Shamit kepada putranya
“Wahai anakku, sungguh engkau tidak akan merasakan nikmatnya hakikat
iman hingga engkau meyakini bahwa apa yang (telah ditetapkan) akan
menimpamu, pasti tidak akan meleset darimu. Apa yang (telah ditetapkan)
tidak mengenaimu, pasti tidak akan menimpamu.” (Diriwayatkan oleh Abu
Dawud dan dihasankan asy-Syaikh al-Albani)
Spesial untuk Anda yang memiliki keridhoan terhadap setiap keputusan
Allah, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga hal itu dan istiqomah
terhadapnya. Bila Anda bersyukur terhadapa takdir Allah yang baik, maka
itu adalah pahala bagi Anda. Bila Anda bersabar terhadap takdir Allah
yang buruk pun, maka itu juga pahala bagi Anda. Ingatlah hadist Nabi
Muhammad yang artinya
Rasulullah saw bersabda ”Sungguh menakjubkan kedudukan seorang
mukmin. Semua urusannya senantiasa baik dan tidak terjadi kecuali bagi
seorang mukmin. Jika dia mendapatkan nikmat dia bersyukur, maka itu baik
baginya. Dan jika dia mendapatkan kesulitan dia bersabar, maka itupun
baik baginya.” (HR. Muslim)
Semoga sedikit kata-kata ini menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa ridho terhadap
takdir Allah. Dengan begitu, Insya Allah, sempurnalah keimanan kita
karena beriman terhadap takdir Allah yang baik dan buruk merupakan salah
satu bagian dari rukum iman yang wajib kita yakini.
Teras Mesjid
Rabu, 20 Maret 2013
Minggu, 12 Agustus 2012
Belajar Baca Al -Qur'an
Assalamu alaikum wr. wb. dengan Rahmad Allah SWT. kami bersama
rekan-rekan, membuka lest Privat, Cara cepat Belajar Al-Quran dengan
metode yang lebih mudah. mulai dari dasar, sampai bisa, dan di sertai
dengan ilmu tajwid. Untuk anak-anak, Remaja, dan Dewasa. bagi anda yang
berminat, bisa menghubungi kami. Demikian yang dapat kami sampaikan,
atas perhatiannya. kami ucapkan terima kasih, Wassalam
Phone : 021 9552 3031 ( Ust M. Arifin Zain, S.Ag )
: 021 9987 7026 ( Sdr Burhani Khoirudin )
: 081226991799
Phone : 021 9552 3031 ( Ust M. Arifin Zain, S.Ag )
: 021 9987 7026 ( Sdr Burhani Khoirudin )
: 081226991799
Arkitel Pembuka
Selamat datang diblog terasmesjid ini, semoga dalam setiap bacaan yang diberikan dapat diambil hikmah dan manfaatnya. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)